Tanda Kamu Sedang Merugi Tanpa Menyadarinya

Daftar Isi

Pemilik usaha sedang duduk dan memeriksa buku catatan serta uang tunai, menyadari adanya selisih dan kerugian yang selama ini tersembunyi dan tidak terhitung

Banyak pedagang yang setiap hari pulang dengan sisa uang di tangan, merasa senang dan berpikir hari ini untung. Uang yang terlihat bertambah di saku itu memang terasa nyata sekali. Tapi berbulan-bulan berlalu, dia bingung kenapa tidak pernah ada yang bisa disisihkan. Barang yang dijual selalu terlihat ada untungnya di atas kertas, setiap hari ada saja orang yang datang membeli, dan omzetnya terlihat lumayan. Hanya saja saat ingin menambah stok besar atau mengambil uang untuk kebutuhan sendiri, ternyata tidak ada yang tersimpan. Lama-lama dia mulai merasa ada yang salah, tapi tidak tahu di mana letaknya. Padahal kemungkinan besar dia sebenarnya sudah merugi sejak lama, hanya saja kerugian itu datangnya begitu halus dan tersembunyi sehingga tidak terlihat setiap hari.

Kerugian yang paling berbahaya bukanlah kerugian besar yang terjadi sekaligus dan langsung terlihat. Yang paling berbahaya justru kerugian kecil yang terjadi setiap hari, sedikit demi sedikit, dan terlihat sepele. Lama-lama jumlahnya menjadi sangat besar tanpa kamu sadari. Berikut tanda-tanda yang menunjukkan bahwa sebenarnya usahamu sedang tidak sehat, dan bisa saja kamu sedang merugi tanpa mengetahuinya.

1. Uang yang tersisa hari ini selalu habis untuk membeli barang besok, dan tidak pernah lebih dari itu

Kalau setiap hari seluruh uang yang kamu dapatkan langsung diserahkan kembali untuk membeli stok berikutnya, dan tidak pernah ada yang tersisa sedikit pun, berarti kamu sebenarnya belum mendapatkan untung yang nyata. Kamu hanya memutar uang saja. Banyak orang mengira kalau barangnya habis terjual berarti pasti untung. Padahal belum tentu. Bisa saja harga jualnya hanya cukup untuk membeli barang yang sama lagi ditambah biaya perjalanan dan waktu yang kamu keluarkan. Kalau setelah semua pengeluaran dipenuhi tidak ada yang tersisa untuk kamu sendiri, maka pada dasarnya kamu hanya menggaji dirimu sendiri dengan sangat rendah, atau bahkan belum digaji sama sekali. Uang yang berputar terus tanpa bertambah jumlahnya sama sekali bukan tanda usaha yang menguntungkan. Itu baru tanda usaha yang masih berjalan, belum tentu menguntungkan.

2. Kamu sering mengambil barang untuk dipakai sendiri tanpa mencatat dan tanpa mengganti uangnya

Kebiasaan ini terlihat sangat sepele dan hampir semua pedagang melakukannya. Pulang butuh beras, ambil saja di tempat dagang. Anak butuh jajan, ambil saja di sana. Kamu berpikir kan itu milikku sendiri, bukan milik orang lain, jadi tidak masalah. Tapi setiap kali kamu mengambil barang tanpa mengganti uangnya ke kas, itu sama saja dengan mengambil keuntungan yang belum benar-benar menjadi milikmu. Barang itu punya harga beli yang sudah kamu bayarkan. Kalau barang itu tidak dijual dan tidak diganti uangnya, maka uang yang sudah kamu keluarkan untuk membelinya hilang begitu saja tanpa ada penggantinya. Dalam sehari mungkin nilainya terlihat kecil. Tapi kalikan dengan tiga puluh hari dalam sebulan, lalu kalikan dengan berbulan-bulan lamanya, jumlahnya bisa melebihi apa yang kamu bayangkan. Dan karena tidak pernah dicatat, kamu tidak akan pernah tahu berapa besarnya kerugian yang sudah terjadi.

3. Barang yang lama tidak terjual terus dibiarkan menumpuk seolah masih bernilai penuh

Banyak pedagang yang punya kebiasaan menyimpan barang yang sudah lama tidak laku dengan alasan suatu hari nanti pasti ada yang membelinya. Di dalam pikirannya barang itu masih bernilai sama persis seperti saat baru dibeli. Padahal uang yang sudah terpasang di barang yang tidak laku itu sama saja dengan hilang dari peredaran. Uang itu tidak bisa dipakai untuk membeli barang lain yang pasti laku. Dan semakin lama barang itu menumpuk, semakin besar pula kerugiannya, karena selama itu uangnya tidak berputar dan tidak menghasilkan apa-apa. Kalau kamu masih menghitung kekayaanmu dengan menjumlahkan harga beli semua barang yang ada di tempatmu, termasuk yang sudah berbulan-bulan tidak ada yang menyentuhnya, maka perhitunganmu itu tidak benar. Barang yang tidak bisa dijual kapan saja itu bukan kekayaan, itu beban. Dan selama masih kamu simpan, kerugiannya terus bertambah setiap hari karena uangnya diam saja di sana. 

4. Kamu tahu pasti berapa harga beli barangnya, tapi tidak tahu berapa biaya lain yang ikut di dalamnya

Banyak orang menghitung untungnya sangat sederhana. Beli seribu, jual dua ribu, berarti untung seribu. Padahal belum tentu. Belum dikurangi biaya perjalanan untuk mengambil barangnya, belum dikurangi biaya bahan bakar atau sewa tempat, belum dikurangi uang yang seharusnya menjadi upahmu sendiri kalau kamu dihitung sebagai pekerja. Kalau semua itu dihitung dan dikurangi, bisa jadi untungnya bukan seribu, melainkan dua ratus saja, atau bahkan nol. Kerugian tersembunyi ini terjadi karena kamu hanya melihat uang yang keluar untuk membeli barangnya saja, dan menganggap semua tenaga serta biaya kecil lainnya itu gratis. Padahal waktu dan tenagamu itu bernilai uang. Kalau kamu bekerja di tempat lain, kamu pasti dibayar. Begitu juga saat bekerja untuk usahamu sendiri, biaya itu harus dihitung sebagai pengeluaran. Kalau tidak dihitung, kamu sebenarnya sedang membayar sendiri dari kantongmu setiap hari tanpa kamu sadari.

5. Sering terjadi selisih uang kas yang tidak diketahui ke mana perginya

Kadang selisihnya hanya beberapa ribu rupiah sehari. Kamu tidak terlalu memikirkannya dan mengira pasti salah hitung saat kembali. Tapi kalau hal ini terjadi terus-menerus dan tidak pernah kamu cari tahu penyebabnya, lama-lama jumlahnya menjadi sangat besar. Selisih yang tidak jelas itu bukan kerugian yang terjadi sekaligus, melainkan kerugian yang terpecah menjadi potongan-potongan kecil sehingga tidak terlihat menakutkan. Padahal setiap potongan itu adalah uang yang seharusnya menjadi milikmu dan seharusnya bisa kamu kumpulkan. Kalau kamu membiarkan selisih kecil itu terus terjadi tanpa pernah mencatat dengan teliti dan tanpa pernah memperbaiki cara melayani serta menghitungnya, maka usaha itu sebenarnya sedang memakan uangmu sedikit demi sedikit setiap hari tanpa kamu tahu di mana letak kebocorannya.

6. Kamu selalu menambah stok barang yang laku cepat, tapi tidak pernah tahu apakah untungnya memang paling besar

Seringkali barang yang paling cepat habis ternyata justru barang yang untungnya paling kecil per buahnya. Kamu sibuk berlarian mengambil, menata, dan melayani barang itu sepanjang hari, dan saat dihitung total uang yang tersisa sebenarnya tidak seberapa banyak. Kamu merasa sibuk itu tanda untung besar, padahal kesibukan itu belum tentu menghasilkan uang yang sepadan dengan tenaga yang dikeluarkan. Kalau kamu tidak pernah menghitung berapa rupiah untung per jam yang kamu dapatkan dari setiap jenis barang, kamu bisa saja menghabiskan sebagian besar waktumu untuk barang yang sebenarnya paling sedikit memberi hasil. Kerugian di sini bukan berupa uang yang hilang, melainkan waktu yang terbuang untuk hal yang kurang menguntungkan, sementara waktu itu seharusnya bisa dipakai untuk mengerjakan hal yang lebih besar hasilnya. Dan waktu yang sudah berlalu tidak bisa dikembalikan lagi.

Kesimpulan

Merugi tanpa menyadarinya itu jauh lebih lama prosesnya daripada merugi karena kerugian yang terlihat jelas. Kerugian yang terlihat langsung membuat orang waspada dan mencari solusi. Tapi kerugian tersembunyi justru membuat orang merasa baik-baik saja, sehingga dia terus melakukannya berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tanpa pernah memperbaikinya. Tanda-tanda yang disebutkan di atas bukan berarti usahamu sudah gagal atau harus dihentikan. Itu justru sinyal yang sangat baik karena masih bisa diperbaiki. Mulai hari ini, coba periksa satu per satu. Apakah uangnya hanya berputar tanpa bertambah? Apakah sering mengambil barang tanpa mengganti uangnya? Apakah barang lama masih dihitung seolah masih bernilai penuh? Apakah semua biaya sudah dimasukkan ke dalam perhitungan? Apakah ada selisih uang yang tidak pernah dicari tahu? Dan apakah kesibukanmu ini sebenarnya sudah sepadan dengan hasil yang didapat? Kalau kamu bisa menjawab semuanya dengan jujur dan mulai memperbaikinya satu per satu, maka uang yang selama ini hilang tanpa kamu ketahui, perlahan-lahan akan mulai terlihat dan bisa kamu simpan. Itulah yang membedakan antara orang yang berdagang sekadar untuk hidup hari ini, dan orang yang berdagang untuk membangun masa depan.

Posting Komentar