Penataan Barang Yang Langsung Membuat Pembeli Tertarik
Pernahkah kamu berjalan melewati dua tempat dagang yang menjual barang yang sama persis, dengan harga yang hampir sama, tapi kamu berhenti di yang satu dan melewati yang lain begitu saja? Padahal kamu tidak berniat membeli apa-apa saat berjalan, tapi begitu melihat susunan barang di tempat pertama, kakimu seakan berhenti sendiri dan matamu langsung tertuju ke sana. Banyak orang mengira itu cuma kebetulan atau perasaan saja. Padahal bukan begitu. Ada hal-hal tertentu yang kalau dilakukan dengan benar, otak orang secara alami akan tertarik untuk melihat, berhenti, dan akhirnya mendekat. Dan sebaliknya, kalau penataannya salah, orang akan lewat begitu saja tanpa tahu sebenarnya apa yang kamu jual.
Masalah yang paling sering terjadi bukan karena barangmu tidak bagus atau harganya mahal. Masalahnya seringkali barang yang bagus itu tersembunyi, tertutup, atau dicampur begitu rupa sehingga orang yang baru pertama kali melihat tidak bisa langsung menangkap apa yang kamu tawarkan. Kalau dalam tiga detik pertama orang yang lewat tidak tahu apa yang kamu jual, hampir pasti dia akan terus berjalan. Berikut cara-cara menata barang yang sudah terbukti membuat orang yang lewat berhenti, melihat, dan mendekat tanpa kamu harus memanggil-manggil.
1. Letakkan barang yang paling sering dicari di ketinggian mata dan tangan
Ini hal paling dasar tapi paling banyak dilupakan. Kebanyakan orang datang dengan mencari sesuatu yang sudah mereka ketahui. Kalau barang itu langsung terlihat setinggi dada sampai kepala dan mudah dijangkau tanpa harus membungkuk atau mengangkat tangan terlalu tinggi, orang akan langsung merasa nyaman dan tahu mereka berada di tempat yang tepat. Barang yang paling laku dan paling dikenal orang jangan ditaruh di bawah atau di atas yang sulit dilihat. Taruhlah di posisi yang paling mudah dilihat dan paling mudah diambil. Barang yang kurang dikenal atau jarang dicari bisa diletakkan di posisi yang lebih rendah atau lebih tinggi. Dengan begitu orang yang baru datang langsung melihat barang yang mereka kenal, dan dari sana mereka akan mulai melihat barang lain yang ada di sekitarnya.
2. Kelompokkan barang yang saling berhubungan di tempat yang berdekatan
Orang tidak berpikir satu per satu secara terpisah. Kalau seseorang datang membeli beras, dia sangat mungkin juga butuh minyak goreng, telur, dan bumbu dapur. Kalau barang-barang ini tersebar di tempat yang jauh satu sama lain, pembeli bisa saja lupa atau tidak terpikir untuk membeli yang lain. Tapi kalau diletakkan berdekatan, begitu dia mengambil satu barang, matanya akan langsung jatuh ke barang yang ada di sebelahnya dan dia akan terpikir bahwa dia juga butuh yang itu. Selain itu pengelompokan seperti ini juga membuat tempat dagang terlihat rapi dan teratur. Orang jadi mudah mengerti bagian mana yang menjual apa dan tidak merasa bingung melihat barang yang campur aduk tanpa aturan.
3. Jangan biarkan satu jenis barang menutupi barang yang lain
Banyak pedagang yang menumpuk barang setinggi mungkin dengan alasan supaya terlihat banyak dan lengkap. Padahal kalau tumpukan yang depan menutupi barang yang ada di belakang, orang akan mengira hanya ada barang yang itu saja dan tidak tahu ada pilihan lain. Kalau kamu punya beberapa jenis barang yang sejenis, biarkan masing-masing terlihat sebagian. Cukup bagian depannya saja yang terlihat jelas, orang akan tahu bahwa di tempat itu ada lebih dari satu pilihan. Begitu mereka tahu ada pilihan, rasa ingin tahu mereka akan muncul dan mereka akan mendekat untuk melihat perbedaannya. Sebaliknya kalau yang terlihat hanya satu jenis saja, kebanyakan orang akan mengira itu satu-satunya yang kamu jual dan kalau bukan yang mereka cari, mereka akan langsung pergi.
4. Buat perbedaan yang jelas antara barang yang biasa dan barang yang baru
Kalau kamu baru saja menambah jenis barang, jangan langsung campur begitu saja dengan yang lama. Berikan tempat khusus atau posisi yang sedikit berbeda supaya terlihat ada sesuatu yang baru. Orang yang sudah biasa datang ke tempatmu akan langsung melihat perubahannya dan penasaran apa yang baru saja kamu tambahkan. Barang yang baru itu tidak harus ditaruh di tempat paling utama, tapi setidaknya harus terlihat berbeda letaknya atau disusun dengan cara yang sedikit lain. Kalau dicampur rata dengan yang lama, bisa berminggu-minggu pelanggan tetapmu tidak tahu kamu sekarang sudah menjual barang itu juga. Padahal kalau mereka tahu, mereka mungkin akan langsung membelinya.
5. Jaga agar setiap jenis barang memiliki ruang yang cukup dan tidak terlalu berdesakan
Saat barang disusun terlalu rapat dan saling menindih, mata orang akan kesulitan memisahkan satu dengan yang lain. Yang terjadi bukan terlihat banyak, tapi terlihat berantakan dan membuat orang malas melihat lebih dekat. Lebih baik jumlahnya sedikit tapi setiap jenis barang memiliki ruang yang terpisah dan terlihat jelas. Orang bisa menangkap apa yang kamu jual dalam sekali pandang dan merasa nyaman untuk mendekat. Kalau memang barangnya banyak sekali, lebih baik putar susunannya secara berkala. Minggu ini yang tampil di depan kelompok ini, minggu depan kelompok yang lain. Dengan begitu setiap barang punya kesempatan untuk dilihat dengan jelas, dan pelanggan yang datang di waktu yang berbeda akan selalu menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya.
6. Perhatikan arah datangnya orang dan letakkan barang yang paling menarik di sisi pertama yang terlihat
Perhatikan dulu dari mana saja orang biasanya berjalan mendekati tempat dagangmu. Sebagian besar orang akan melihat ke arah tertentu terlebih dahulu sebelum sampai tepat di depanmu. Barang yang paling menarik, paling baru, atau paling sering dicari orang harus diletakkan di sisi yang pertama kali terlihat itu. Kalau yang pertama dilihat orang itu adalah barang yang biasa saja dan kurang menarik perhatian, dia bisa saja melewati begitu saja tanpa tahu bahwa barang yang sebenarnya dia cari ada di sisi yang lain. Tapi kalau yang pertama kali dilihatnya adalah sesuatu yang dia butuhkan atau penasaran, dia akan berhenti di sana dan kemudian melihat ke arah yang lain juga.
7. Pastikan barang yang paling mahal atau paling berkualitas terlihat lebih baik dan lebih terang
Kalau kamu punya barang yang harganya lebih tinggi tapi kualitasnya juga lebih baik, jangan biarkan ia terlihat sama persis dengan yang lebih murah. Berikan tempat yang sedikit lebih luas, lebih bersih, atau lebih dekat ke arah cahaya. Orang secara alami mengaitkan cara barang itu diletakkan dengan nilainya. Kalau barang yang lebih bagus ditaruh di sudut yang gelap atau tertutup, orang akan menganggapnya sama saja dengan yang lain dan ragu untuk membayar lebih mahal. Tapi kalau ia terlihat menonjol, terlihat jelas, dan terlihat dihargai olehmu, pembeli pun akan melihat perbedaannya dan bersedia mempertimbangkannya dengan serius.
Kesimpulan
Penataan barang sebenarnya bukan soal seni atau keindahan semata. Ini soal bagaimana mata orang melihat dan bagaimana pikiran mereka memahami apa yang mereka lihat dalam waktu yang sangat singkat. Banyak pedagang mengira kalau barangnya bagus pasti akan laku sendiri tanpa perlu diatur-atur. Padahal barang yang paling bagus pun tidak akan terjual kalau tidak ada yang melihatnya atau tidak ada yang mengerti untuk apa barang itu digunakan. Mulai dari ketinggian mata, pengelompokan yang saling berkaitan, tidak menutupi satu sama lain, memberi tempat khusus untuk yang baru, memberi ruang yang cukup, memperhatikan arah datangnya orang, dan membedakan cara menata sesuai dengan kualitasnya. Tujuh hal ini tidak memerlukan biaya sepeser pun, hanya butuh waktu dan perhatianmu. Tapi pengaruhnya terhadap siapa yang berhenti, siapa yang melihat, dan akhirnya siapa yang membeli, jauh lebih besar daripada yang kebanyakan orang bayangkan.

Posting Komentar