Begini Cara Menjawab Saat Pembeli Berkata Di Tempat Lain Lebih Murah

Daftar Isi
Pedagang di lapak pinggir jalan sedang berbicara dengan pembeli yang membandingkan harga barang dengan toko lain

Setiap orang yang pernah berdagang pasti pernah mendengar kalimat ini berkali kali. Kamu baru saja menyebutkan harganya, belum sempat menjelaskan apa apa, dan pembeli langsung berkata di tempat lain lebih murah. Kalau kamu baru pertama kali mendengarnya, mungkin kamu langsung merasa salah, merasa hargamu memang terlalu tinggi, dan tanpa sadar kamu langsung menurunkan harganya sedikit demi sedikit hanya agar dia tidak pergi. Padahal belum tentu barang di tempat lain itu sama persis dengan yang kamu tawarkan, dan belum tentu pula dia benar benar membandingkan dengan barang yang setara. Seringkali kalimat itu hanya cara mereka untuk menawar harga tanpa harus terlihat menawar secara langsung.
 
Masalahnya bukan pada kalimat itu sendiri, melainkan pada bagaimana kamu menjawabnya. Kalau kamu salah menjawab, maka kamu akan selalu kalah dalam perbandingan itu setiap saat. Kalau kamu langsung menurunkan harga, maka pembeli akan belajar bahwa mengucapkan kalimat itu selalu berhasil menurunkan harga, dan lain kali dia pasti akan mengucapkannya lagi bahkan sebelum kamu sempat menyebutkan berapa harganya. Tapi kalau kamu menjawab dengan cara yang tepat, pembeli justru akan mulai memahami mengapa hargamu seperti itu, dan banyak di antara mereka akhirnya tetap membeli tanpa kamu harus merugi sedikit pun.
 
Berikut ini cara cara menjawabnya yang bisa kamu sesuaikan dengan situasi dan jenis barang yang kamu jual, tanpa harus berdebat atau merasa tersinggung sama sekali.

1. Jelaskan Bahwa Harga Bisa Sama Tapi Barang Belum Tentu Sama

Cara menjawabnya bisa seperti ini, mungkin harganya memang lebih murah di tempat lain, tapi belum tentu barangnya sama persis dengan yang ini. Banyak orang melihat sekilas lalu mengira semuanya sama, padahal bahan, ketebalan, cara pembuatan, atau masa pakainya bisa berbeda jauh. Kalau barangnya memang persis sama dan harganya lebih murah, tentu saja saya pun akan membeli di sana. Tapi kalau kamu perhatikan baik baik dari dekat, kamu akan melihat perbedaannya sendiri dan nanti kamu akan mengerti mengapa harganya sedikit berbeda. Jawaban seperti ini tidak menuduh pembeli berbohong dan juga tidak menjelekkan penjual lain. Kamu hanya mengajaknya untuk melihat dan membandingkan dengan teliti, dan saat dia mulai memperhatikan perbedaannya, maka perbandingan harga itu sendiri sudah tidak lagi menjadi satu satunya hal yang dipikirkan.

2. Ajak Dia Membandingkan Secara Langsung Tanpa Memaksa

Katakan kepadanya, silakan saja periksa dan bandingkan di tempat lain terlebih dahulu. Tidak perlu terburu buru memutuskan. Kalau setelah melihat ke sana kemari kamu merasa barang ini yang paling pas dan paling meyakinkan untuk dipakai, silakan kembali ke sini. Saya tidak keberatan sama sekali. Banyak penjual yang merasa panik saat pembeli berkata begitu dan langsung menahan orang itu agar tidak pergi. Padahal saat kamu membiarkannya pergi dengan tenang dan tanpa rasa tersinggung, justru kamu terlihat yakin dengan barang yang kamu jual. Dan percayalah, sebagian besar pembeli yang benar benar berniat membeli akan kembali lagi setelah mereka melihat sendiri barang di tempat lain dan menyadari mengapa hargamu berbeda. Mereka kembali bukan karena hargamu paling murah, melainkan karena mereka merasa paling yakin dengan barangmu.

3. Fokuskan Pada Apa Yang Dia Dapatkan, Bukan Pada Berapa Harganya

Saat pembeli mengatakan di tempat lain lebih murah, artinya dia sedang membandingkan angka saja. Tugasmu adalah mengalihkan perhatiannya dari angka itu ke apa yang sebenarnya dia terima dengan angka tersebut. Kamu bisa menjawab, mungkin memang benar di sana harganya lebih rendah. Tapi coba kita lihat apa saja yang kamu dapatkan di sini. Barangnya sudah teruji awetnya, kalau ada apa apa dalam waktu sekian lama kamu bisa kembali ke sini, dan setiap saat kamu butuh barang ini kamu tahu di mana menemukannya dan siapa orang yang kamu temui. Membeli yang paling murah memang terlihat menguntungkan di awal, tapi kalau cepat rusak dan harus membeli lagi dalam waktu dekat, justru pengeluarannya menjadi lebih besar dari harga yang sedikit lebih mahal tapi awet dan terjamin. Saat dia mulai memikirkan berapa lama barang itu akan dipakai dan berapa biaya sebenarnya yang harus dikeluarkan, maka selisih beberapa ribu rupiah itu tidak lagi terlihat sebesar tadi.

4. Jangan Langsung Menurunkan Harga, Tawarkan Sesuatu Yang Tambahan

Ini adalah kesalahan yang paling sering dilakukan penjual pemula. Begitu mendengar kalimat itu, mereka langsung berkata ya sudah kalau begitu ambil saja sekian ribu. Padahal dengan begitu kamu langsung mengajarkan satu hal kepada pembeli, yaitu bahwa harga aslinya sebenarnya tidak ada dan bisa diturunkan begitu saja setiap kali dia menyebutkan tempat lain. Sebaiknya kalau memang ingin memberikan keringanan, jangan kurangi angkanya, tapi tambahkan sesuatu yang dia dapatkan. Katakan, kalau kamu ambil hari ini dan di tempat lain memang harganya lebih murah untuk barang yang sama persis, saya tidak bisa menurunkan harganya lagi karena ini sudah harga yang wajar. Tapi sebagai gantinya barang ini akan saya siapkan dengan tambahan sedikit yang biasanya tidak saya berikan, sehingga nilainya menjadi jauh lebih sepadan. Dengan begitu pembeli merasa dia mendapatkan keuntungan tambahan tanpa kamu harus merusak harga pasaran dan tanpa dia berpikir bahwa hargamu sebenarnya bisa diturunkan kapan saja.

5. Terima Fakta Bahwa Selalu Ada Yang Lebih Murah Di Luar Sana

Kadang kamu tidak perlu menjelaskan panjang lebar sama sekali. Cukup tersenyum dan katakan, saya yakin sekali di luar sana pasti ada yang menjual lebih murah dari harga ini. Selalu ada begitu halnya. Tapi setiap orang bebas memilih sesuai dengan apa yang mereka cari dan apa yang membuat mereka merasa tenang saat membelinya. Ada yang mencari harga paling rendah tanpa peduli hal lain, dan ada pula yang mencari barang yang terjamin dan penjual yang bisa ditemui kembali kalau sewaktu waktu dibutuhkan. Saya menjual barang dengan kualitas seperti ini dan pelayanan seperti ini, dan harganya memang seperti ini. Kalau pembeli itu memang mencari kualitas dan ketenangan hati saat membeli, dia akan mengerti maksudmu. Dan kalau yang dia cari memang hanya angka paling kecil tanpa melihat hal lain, maka sebaiknya dia membeli di tempat lain dan kamu tidak perlu merasa bersalah sedikit pun karena tidak bisa melayani keinginan itu.

6. Tanyakan Secara Halus Apakah Barangnya Benar Benar Sama

Kamu bisa menjawab dengan nada bertanya yang ramah, oh begitu ya. Bolehkah saya tahu berapa selisihnya dan apakah barangnya persis sama bahan dan ketebalannya dengan yang ada di tanganmu itu? Banyak orang yang menyebutkan harga di tempat lain ternyata membandingkan dengan barang yang ukurannya lebih kecil, bahannya lebih tipis, atau bahkan barang bekas yang dijual sebagai barang baru. Begitu kamu mulai bertanya dengan sopan, seringkali pembeli sendiri yang mulai ragu dan berkata sebenarnya dia tidak melihatnya dari dekat, hanya mendengar orang lain mengatakan begitu. Tujuannya bukan untuk mempermalukannya, melainkan untuk membantunya menyadari bahwa membandingkan harga itu tidak sesederhana melihat dua angka saja.

Penutup

Pembeli yang selalu membanding bandingkan harga sebenarnya bukan musuhmu. Mereka hanya belum menemukan alasan yang cukup kuat untuk membeli barangmu di tempatmu daripada di tempat lain. Tugasmu bukanlah membuktikan bahwa kamu paling murah, karena kamu tidak akan pernah bisa menjadi yang paling murah dari semua orang. Selalu akan ada orang lain yang menjual lebih murah lagi bahkan dengan merugi sekalipun. Tugasmu adalah membantunya memahami nilai yang dia dapatkan selain dari angka yang tertulis di harga. Saat dia mulai mengerti bahwa membeli barang itu juga berarti membeli keyakinan, ketenangan, dan kepastian bahwa dia bisa kembali lagi nanti, maka kalimat di tempat lain lebih murah itu akan semakin jarang kamu dengar dari mulut orang yang pernah berbelanja kepadamu.

Posting Komentar