Cara Menjaga Untung Tetap Ada Saat Harga Bahan Naik Terus-Menerus

Daftar Isi

Pemilik usaha sedang mencatat dan membandingkan perubahan harga bahan baku, mencari cara menjaga keuntungan tetap stabil meskipun biaya terus naik

Siapa pun yang sudah berdagang cukup lama pasti pernah merasakan masa-masa ini. Harga bahan utama naik, lalu bahan pendamping ikut naik, dan setelah beberapa minggu yang tadi naik saja sudah turun sedikit, yang lain malah ikut naik juga. Kadang kenaikannya terjadi satu per satu, kadang sekaligus bersamaan. Dan yang paling menyulitkan, kamu tidak bisa langsung menaikkan harga jual setiap kali harga beli berubah. Kalau terlalu sering mengubah harga, pembeli akan bingung dan ada yang merasa kamu sengaja menaikkan harga berlebihan. Di sinilah banyak pedagang terjebak. Mereka menahan kenaikan harga jual dengan harapan harga beli akan segera kembali seperti semula, dan tanpa terasa keuntungannya perlahan-lahan menyusut sampai akhirnya hampir tidak tersisa sama sekali.

Menghadapi harga yang terus naik bukan berarti kamu harus selalu ikut menaikkan harga jual. Tapi juga bukan berarti kamu harus menanggungnya sendiri dari kantongmu. Ada cara-cara yang bisa dilakukan supaya keuntungan tetap ada, tanpa harus kehilangan pelanggan dan tanpa terus-menerus menaikkan harga setiap minggu. Berikut hal-hal yang bisa kamu lakukan dan perhatikan satu per satu.

1. Ketahui berapa sebenarnya kenaikan harganya sebelum memutuskan apa pun

Banyak pedagang begitu mendengar harga naik langsung merasa panik dan berpikir harus segera menaikkan harga jual sebesar kenaikan itu. Padahal belum tentu begitu. Pertama-tama kamu harus tahu berapa persen sebenarnya kenaikan itu terhadap harga jual barang jadi yang kamu hasilkan. Misalnya bahan utamanya naik seribu rupiah, tapi dari satu kilogram bahan itu bisa dibuat sepuluh porsi barang yang kamu jual. Maka kenaikan sebenarnya hanya seratus rupiah per porsi. Banyak orang yang melihat bahan utamanya naik seribu, lalu langsung berpikir harus menaikkan harga jualnya seribu juga. Padahal kalau dihitung dengan benar, kenaikan yang sebenarnya jauh lebih kecil dari yang terlihat. Selalu hitung dulu berapa biaya tambahan yang sebenarnya masuk ke setiap barang yang kamu jual. Kadang angka itu ternyata sangat kecil dan tidak perlu mengubah harga sama sekali, cukup ditanggung sendiri untuk sementara waktu supaya pelanggan tidak terganggu. Tapi kalau ternyata kenaikannya cukup besar dan terus terjadi, barulah kamu tahu seberapa besar penyesuaian yang perlu dilakukan.

2. Kurangi bagian yang tidak terlihat tapi tetap menambah biaya, bukan mengurangi kualitas barangnya

Saat harga bahan naik, reaksi pertama yang muncul di pikiran banyak orang adalah mengurangi ukuran porsi atau mengganti bahan dengan yang lebih murah dan kualitasnya lebih rendah. Padahal ini cara yang paling berbahaya dalam jangka panjang. Pelangganmu sudah terbiasa dengan rasa dan ukuran tertentu, dan begitu mereka merasa ada yang berubah, mereka tidak akan memberitahumu, mereka hanya akan pergi perlahan dan mencari tempat lain. Sebelum menyentuh barang yang dilihat dan dirasakan pembeli, periksalah dulu hal-hal lain yang tidak terlihat tapi tetap menghabiskan uang. Misalnya berapa banyak bahan yang terbuang saat proses pembuatan, apakah api atau kompor menyala terlalu lama saat sepi, apakah kemasan yang dipakai sebenarnya bisa diganti dengan yang lebih sederhana tapi tetap rapi, atau apakah kamu sering membeli dalam jumlah sedikit sehingga harga per kilogramnya lebih mahal. Hal-hal inilah yang harus dikurangi terlebih dahulu. Semua penghematan di hal-hal yang tidak mempengaruhi rasa dan kualitas itu adalah murni tambahan untung yang kembali ke kantongmu, tanpa pelanggan merasa ada yang berubah sedikit pun.

3. Beli lebih banyak pada saat harga sedang rendah dan simpan dengan benar

Hampir semua bahan yang harganya naik karena musim atau biaya pengiriman pasti akan kembali turun pada waktunya. Hanya saja kita tidak pernah tahu kapan tepatnya itu akan terjadi. Kalau barang yang kamu butuhkan bisa disimpan dalam waktu lama tanpa rusak atau berubah kualitasnya, manfaatkanlah saat harganya masih wajar. Beli sedikit lebih banyak dari biasanya dan simpan dengan baik. Nanti saat harga di pasaran mulai naik dan semua orang sudah membeli dengan harga mahal, kamu masih menggunakan stok yang sudah kamu beli dengan harga lama. Dengan begitu meskipun semua orang sedang kesulitan karena harga beli tinggi, untungmu tetap seperti biasa atau bahkan lebih baik karena kamu tidak ikut membeli di harga yang sedang puncaknya. Tentu saja ini tidak bisa dilakukan untuk semua barang, terutama yang mudah rusak. Tapi untuk barang yang bisa disimpan lama, inilah cara paling ampuh dan paling aman untuk melindungi keuntunganmu sendiri tanpa harus mengubah apa pun untuk pembeli.

4. Sesuaikan harga jual secara bertahap dan jelaskan dengan jujur bila ditanya

Kalau setelah semua cara di atas sudah dilakukan dan ternyata harga bahan terus naik sampai tidak bisa lagi ditanggung sendiri, maka menaikkan harga jual adalah langkah yang wajar dan harus dilakukan. Tapi lakukanlah dengan bertahap, bukan langsung meloncat jauh sekaligus. Kenaikan yang kecil dan wajar jauh lebih mudah diterima daripada lonjakan yang tiba-tiba besar. Dan kalau ada pelanggan yang bertanya kenapa harganya berubah, jawablah dengan jujur dan sederhana. Katakan saja bahan utamanya sudah naik beberapa kali dan kamu sudah berusaha menahannya selama mungkin, tapi akhirnya tidak bisa tidak menyesuaikan sedikit. Kebanyakan orang akan sangat mengerti dan memahami hal ini, apalagi kalau mereka sudah lama membeli di tempatmu. Yang membuat orang keberatan bukan karena harganya naik, melainkan karena merasa tidak tahu alasannya dan seolah-olah kamu menaikkan harga sesuka hati. Kejujuran di sini justru membuat mereka semakin percaya bahwa kamu tidak mengambil keuntungan berlebihan dari keadaan yang sedang sulit.

5. Tambahkan barang pendamping yang biayanya tidak terlalu terpengaruh kenaikan harga bahan utama

Saat barang utama yang kamu jual harganya terus naik dan semakin sulit dipertahankan keuntungannya, mulailah memikirkan barang pendamping yang bahan utamanya berbeda. Misalnya kalau kamu menjual makanan pokok yang bahan tepung atau berasnya terus naik, bisa saja kamu tambahkan minuman atau camilan yang bahannya lain dan harganya lebih stabil. Barang pendamping ini tidak harus menjadi yang paling besar omzetnya, tapi keuntungannya bisa membantu menutupi apa yang perlahan menyusut dari barang utamamu. Dengan begitu kamu tidak tergantung hanya pada satu jenis barang yang harganya tidak menentu. Pendapatan dari barang yang lebih stabil bisa menjaga usahamu tetap sehat sementara kamu menunggu harga bahan utama kembali wajar. Dan pelanggan yang datang untuk barang utamamu pun akan melihat ada pilihan lain yang bisa mereka ambil juga, sehingga hubungan dagang itu tetap berjalan dan tetap saling menguntungkan.

6. Periksa kembali apakah cara kamu membeli dan mengambil barang sudah paling efisien

Seringkali kita sudah terbiasa membeli dari tempat yang sama dan dengan cara yang sama sejak awal berdagang, sehingga kita lupa memeriksa apakah masih ada cara yang lebih baik dan lebih murah. Kadang membeli sedikit lebih jauh tapi dalam jumlah lebih besar harganya jauh lebih murah daripada membeli di dekat rumah sedikit demi sedikit. Kadang bergabung dengan beberapa teman pedagang lain untuk membeli bersama-sama bisa mendapatkan harga grosir yang jauh lebih rendah. Kadang pemasok yang sama pun sebenarnya bisa memberikan harga lebih baik kalau kamu bertanya dan berkomitmen membeli secara rutin darinya. Semua penghematan di jalur pembelian ini langsung masuk menjadi keuntunganmu sepenuhnya. Setiap seratus rupiah yang kamu hemat saat membeli sama dengan seratus rupiah tambahan untung saat menjual, tanpa kamu perlu menaikkan harga satu rupiah pun kepada pembeli.

Kesimpulan

Harga bahan yang terus naik itu bukan hal yang bisa kamu cegah sendiri. Itu adalah hal yang terjadi di luar kendali siapa pun. Tapi bagaimana kamu meresponsnya dan bagaimana kamu menjaga agar usahamu tetap bisa bertahan dan berkembang, itulah yang sepenuhnya berada di tanganmu sendiri. Jangan panik dan jangan langsung mengambil keputusan yang merugikan pelanggan atau dirimu sendiri. Hitung dulu dengan benar berapa sebenarnya dampaknya, cari penghematan di hal yang tidak terlihat, beli pintar saat harga masih baik, naikkan harga pelan-pelan dan jujur kalau ditanya, cari pendapatan tambahan dari barang yang lebih stabil, dan selalu cari cara membeli yang lebih murah. Kalau kamu melakukan semua ini, maka saat harga naik pun kamu tidak akan terjebak di tengah-tengah antara harga beli yang tinggi dan harga jual yang tidak bisa dinaikkan. Untungmu tidak akan pernah hilang begitu saja, selama kamu tahu di mana letaknya dan bagaimana cara menjaganya tetap ada.

Posting Komentar