Cara Menghadapi Pembeli Yang Ribet Tanpa Bertengkar Dan Tanpa Merugikan Diri Sendiri
Kalau kamu sudah pernah jualan di pasar, di tepi jalan, atau keliling dari satu kampung ke kampung lain, pasti sudah pernah bertemu orang yang begini. Dia datang berdiri di depanmu cukup lama, bertanya ini itu, membuka dan menutup wadah, membandingkan dengan yang lain, lalu setelah semua itu dia menawar sampai harga yang kamu pasang terasa seperti tidak masuk akal. Dan kalau akhirnya dia membeli, kadang masih ada saja hal yang kurang pas dan dia minta diubah sesuka hati.
Banyak orang bilang saja berikan saja, yang penting barangnya pergi dan uangnya masuk. Tapi coba bayangkan kalau setiap hari kamu bertemu orang seperti itu. Lama-lama yang terkuras bukan cuma tenaga dan waktu, tapi juga semangatmu sendiri. Kamu pulang bukan merasa senang karena hari itu laku, melainkan merasa lelah dan berat hati sepanjang perjalanan pulang. Padahal kita bekerja bukan cuma supaya dompet bertambah, tapi juga supaya hati tetap tenang dan besok pagi masih semangat untuk mulai lagi.
Berikut ini adalah cara-cara yang sudah saya coba sendiri selama beberapa tahun jualan keliling. Bukan pelajaran dari buku yang tidak tahu rasanya berdiri di bawah panas dan hujan. Ini cara yang membuat kita tetap sopan dan dihargai, tapi tidak sampai kita yang dirugikan dan dimanfaatkan.
1. Biarkan dia bicara sampai selesai sebelum kamu menjawab
Banyak orang yang terlihat sulit sebenarnya bukan orang yang memang bermasalah. Mereka cuma belum yakin, belum pernah membeli dari tempatmu sebelumnya, atau mungkin mereka pernah dikecewakan di tempat lain dan sekarang mereka lebih berhati-hati. Jadi sebelum kamu menjelaskan apa pun atau menolak apa pun, biarkan dia menyampaikan semua yang ada di pikirannya sampai benar-benar habis.
Jangan memotong pembicaraan dan jangan langsung berkata tidak bisa begitu. Saat dia sudah selesai mengeluarkan semua yang ingin dia katakan, barulah kamu jawab dengan tenang dan pelan. Percayalah, separuh dari kesulitan itu sebenarnya sudah hilang dengan sendirinya hanya karena kamu memberinya kesempatan untuk didengarkan.
2. Bicara jujur dan sederhana sejak awal, jangan terlalu banyak janji berlebihan
Seringkali pembeli menjadi menuntut terlalu banyak justru karena kita sendiri yang sejak awal menjanjikan terlalu banyak. Kalau kita bilang ini paling enak sedunia, paling segar, paling murah di seluruh daerah ini, lalu saat dia mencoba rasanya memang enak tapi tidak sampai setinggi langit seperti yang kita katakan, di situlah mulai muncul banyak komentar dan tuntutan.
Lebih baik bicara apa adanya saja sejak awal. Katakan ini baru saya buat pagi tadi, bahan yang saya pakai begini, porsinya cukup untuk satu orang makan kenyang, dan harganya segini karena biaya pembuatannya memang begitu. Begitu dia tahu sejak awal apa yang akan dia dapatkan, dia tidak akan menuntut hal yang di luar kewajaran nantinya. Dan kalau ternyata memang sesuai dengan yang kamu katakan, rasa percayanya akan jauh lebih besar daripada kalau kamu memujinya berlebihan sejak awal.
3. Tetap pada harga dengan cara yang tenang, tidak perlu merasa malu atau kasihan berlebihan
Ini yang paling sering membuat kita bingung dan merasa serba salah. Ada orang yang menawar sampai di bawah harga modal, dan kalau kita menolak dia malah berbicara seolah-olah kita yang kikir dan tidak mau berbagi.
Cukup jelaskan dengan suara yang tetap tenang dan wajah yang tetap ramah. Katakan saya juga ingin sekali bisa memberikan harga lebih murah, tapi bahan, bensin, dan waktu yang saya butuhkan untuk membuatnya memang membutuhkan biaya segini. Kalau saya lepas di harga yang kamu minta, hari ini saja saya sudah rugi dan besok saya tidak bisa lagi datang ke sini. Hampir semua orang yang berakal sehat akan mengerti begitu saja. Dan kalau setelah dijelaskan pun dia tetap tidak bisa menerima, itu bukan kerugianmu, itu tandanya dia belum siap membeli barang dengan kualitas yang kamu berikan.
4. Sampaikan biaya tambahan sebelum kamu melakukannya, jangan berharap dia akan mengerti sendiri
Kalau ada permintaan khusus yang membutuhkan waktu lebih lama, bahan tambahan, atau cara pembuatan yang berbeda dari biasanya, jangan langsung lakukan saja dengan harapan dia akan merasa berterima kasih dan membayar lebih. Kebanyakan orang justru akan menganggap itu memang sudah seharusnya begitu dan kamu tidak akan bisa menagih apa pun setelahnya.
Lebih baik sampaikan di muka dengan cara yang biasa saja. Katakan permintaan itu bisa saya buatkan, tapi karena butuh bahan tambahan dan waktu sedikit lebih lama, harganya akan naik sedikit saja. Kalau dia setuju, kamu kerjakan dengan senang hati dan tidak ada yang merasa terbebani. Kalau dia belum siap, tidak ada yang kecewa dan tidak ada yang merasa dipaksa. Sederhana saja, tapi ini yang paling sering dilupakan banyak penjual.
5. Kalau sudah jelas tidak bisa dipenuhi, lepaskan dengan baik dan jangan dipaksa
Ada kalanya, walau sudah dijelaskan sejelas-jelasnya, permintaan orang itu memang tidak masuk akal atau tidak menguntungkan untuk kamu penuhi. Harga yang dia minta terlalu rendah, cara yang dia inginkan akan merusak kualitas barangmu, atau dia hanya sedang berkeliling bertanya-tanya tanpa niat membeli sama sekali.
Di saat seperti ini, jangan merasa bersalah dan jangan merasa gagal hanya karena tidak bisa melayani satu orang itu. Cukup ucapkan dengan sopan tidak apa-apa, terima kasih sudah mampir dan bertanya. Kalau nanti kamu butuh, silakan datang lagi kapan saja.
Banyak orang berpikir setiap orang yang berhenti di depanmu harus berhasil membeli sesuatu. Padahal kalau kamu memaksakan diri melayani orang yang memang tidak cocok dengan barang dan hargamu, yang terjadi nanti adalah kamu melayaninya dengan perasaan terpaksa, dan wajah masam itu justru akan terlihat oleh pembeli-pembeli lain yang sebenarnya ingin membeli dari kamu. Itu kerugian yang jauh lebih besar daripada satu orang yang pergi tanpa membeli.
6. Jangan anggap setiap kata yang dia ucapkan sebagai serangan kepadamu secara pribadi
Ini pelajaran terberat sekaligus yang paling penting dari semuanya. Saat orang menawar keras, bertanya berulang-ulang, atau terlihat meragukan apa yang kamu tawarkan, hampir tidak pernah itu ditujukan kepadamu sebagai orang. Itu kebiasaan yang dia lakukan saat berbelanja di mana saja, itu pengalaman buruk yang pernah dia alami di tempat lain, atau memang saat itu dia sedang lelah dan pikirannya sedang tidak tenang.
Kalau kamu setiap kali menganggap itu sebagai hal yang ditujukan kepadamu secara pribadi, maka setiap hari kamu akan pulang dengan hati yang terluka dan semangat yang habis terkuras. Tapi kalau kamu bisa melihatnya dengan cara yang berbeda, dia sedang berhadapan dengan barang dan harganya, bukan dengan saya sebagai manusia, maka kamu akan bisa menjawab dengan kepala dingin dan tidak membawa beban apa pun sampai ke rumah.
Kesimpulan
Menghadapi pembeli yang sulit itu sebenarnya bukan soal seberapa pandai kamu berdebat atau seberapa pandai kamu memutar kata-kata. Itu semua bermula dari seberapa tenang kamu berdiri di tempatmu sendiri. Dengarkan sampai selesai, bicaralah jujur dan sederhana, teguh pada harga tanpa harus kasar, beri tahu sejak awal kalau ada biaya tambahan, tahu kapan harus melepaskan, dan yang paling penting jangan bawa semua itu masuk ke dalam hatimu.
Orang yang paling sulit pun sebenarnya cuma mencari satu hal yang sama dengan kita semua, rasa aman dan rasa dihargai. Kalau kamu bisa memberikan itu tanpa harus merugikan dirimu sendiri, maka kamu sudah menang jauh sebelum uang itu berpindah tangan. Dan kemenangan itulah yang akan membuat orang itu kembali lagi besok.

Posting Komentar