Cara Menghadapi Pembeli Yang Datang Terlalu Banyak Sekaligus Supaya Tidak Ada Yang Terabaikan
Siapa pun yang sudah pernah berjualan pasti pernah merasakan momen itu. Tadi sepi sekali, kamu bahkan sempat duduk sebentar sambil beristirahat, lalu dalam waktu kurang dari sepuluh menit tiba-tiba orang datang berdatangan. Ada yang sudah berdiri di depan menunjuk barang, ada yang baru saja melangkah mendekat, ada yang bertanya dari jarak sedikit jauh, dan di belakangnya masih ada yang ikut berhenti dan melihat. Jantung rasanya berdebar lebih cepat, tangan terasa lebih sibuk dari biasanya, dan di dalam hati kamu berkata jangan sampai ada yang pergi karena merasa tidak diperhatikan. Padahal itulah yang paling sering terjadi. Begitu orang merasa kamu terlalu sibuk dan dia harus menunggu terlalu lama tanpa sekadar disapa, dia akan mundur pelan-pelan dan pergi begitu saja tanpa kamu sadari.
Banyak pedagang berpikir bahwa kalau sedang ramai, yang terpenting adalah melayani secepat-cepatnya supaya cepat selesai dan bisa ganti ke orang berikutnya. Padahal kecepatan saja tidak cukup. Justru saat sedang paling ramai itulah cara kamu memperlakukan setiap orang menjadi jauh lebih penting daripada saat sepi. Kalau salah menangani, bisa saja hari itu omzet terlihat besar, tapi separuh dari orang yang datang sebenarnya pergi tanpa membeli dan tidak akan kembali lagi. Berikut cara-cara yang bisa kamu lakukan saat orang datang banyak sekaligus, supaya setiap orang merasa diperhatikan dan tidak ada yang merasa ditinggalkan.
1. Sapa dulu semua orang yang baru datang, meskipun kamu sedang melayani orang lain
Ini hal paling sederhana tapi paling besar pengaruhnya. Banyak orang berpikir kalau mulutmu sedang menjawab pertanyaan orang lain, berarti kamu belum bisa menyapa orang yang baru datang. Padahal menyapa tidak harus dengan kalimat panjang. Cukup pandang ke arahnya, senyum sedikit, dan ucapkan sebentar sebentar tunggu ya atau sebentar saya ke sini dulu. Itu saja sudah membuat orang tahu bahwa kamu melihatnya dan dia tidak dianggap tidak ada. Orang paling tidak suka bukan karena harus menunggu, tapi karena merasa tidak dilihat sama sekali. Begitu dia tahu kamu menyadari kehadirannya, kesabarannya akan bertambah banyak. Dan kamu bisa melakukannya hanya dalam satu detik, tanpa harus berhenti melayani orang yang sedang kamu hadapi.
2. Tetap fokus pada satu orang pada satu waktu, jangan membagi perhatian ke banyak orang sekaligus
Saat sedang berbicara dengan seseorang, jangan sambil menjawab pertanyaan orang lain yang datang menyela. Kalau kamu melakukannya, kedua orang itu sama-sama merasa kamu tidak sepenuhnya bersama mereka. Orang yang sedang kamu hadapi akan merasa terganggu dan kurang dihargai, sedangkan orang yang baru bertanya juga akan merasa jawabannya kurang serius. Lebih baik katakan dengan tenang sebentar ya saya selesaikan dulu dengan yang ini, nanti langsung ke Bapak atau Ibu. Begitu kamu berkata begitu, hampir semua orang akan mengerti dan mau menunggu. Sebaliknya kalau kamu mencoba menjawab dua orang sekaligus, biasanya pembicaraan jadi berantakan, pertanyaan terulang lagi, dan justru memakan waktu lebih lama daripada kalau kamu lakukan satu per satu dengan tenang.
3. Beri tahu perkiraan urutan dan waktu tunggu kalau terlihat antrean mulai terbentuk
Kalau orang yang menunggu sudah ada dua atau tiga, sebaiknya kamu sebutkan secara singkat siapa yang datang duluan dan kira-kira berapa lama lagi. Misalnya kamu bisa bilang Ibu yang di belakang sebentar ya, setelah yang ini langsung ke Ibu. Hal sederhana ini ternyata sangat membantu menenangkan orang yang menunggu. Orang menjadi tahu urutannya dan tidak perlu takut didahului orang yang datang belakangan. Mereka juga jadi tahu bahwa kamu adil dan tidak memihak siapa pun. Tanpa informasi ini, orang yang menunggu sering merasa ragu apakah dia akan dilayani atau tidak, dan keraguan itulah yang paling sering membuat orang akhirnya memilih pergi saja.
4. Jangan terlihat terburu-buru dan tergesa-gesa meskipun kamu sebenarnya sedang sibuk
Saat banyak orang datang sekaligus, wajar kalau kamu ingin segala sesuatunya berjalan cepat. Tapi kalau wajahmu terlihat tegang, gerakan tangan terlalu kasar, dan bicara terlalu cepat seolah ingin segera menyelesaikan orang itu, pembeli akan merasa tidak nyaman. Mereka akan merasa membebani kamu dan menjadi ragu untuk bertanya lebih lanjut. Akibatnya banyak yang akhirnya membeli sedikit saja atau bahkan tidak jadi membeli sama sekali supaya cepat selesai dan tidak mengganggumu. Padahal kalau kamu tetap tenang dan bicara dengan kecepatan yang wajar, meskipun sebenarnya kamu sedang bergerak cepat, orang tidak akan merasakannya sebagai tekanan. Mereka merasa dilayani dengan baik dan tidak terburu-buru, padahal kamu tetap bisa melayani dengan lancar dan cepat.
5. Tetap ingat apa yang ditanyakan orang yang sedang menunggu
Kalau ada orang yang bertanya sambil berdiri menunggu gilirannya, usahakan kamu mengingat pertanyaannya dan langsung menyebutkannya begitu gilirannya tiba. Begitu kamu menghadapnya dan langsung bilang tadi Ibu tanya yang jenis ini kan, orang itu akan sangat terkesan. Dia merasa selama menunggu kamu sebenarnya tetap memperhatikannya dan tidak melupakan apa yang dia butuhkan. Hal ini membuat orang merasa dihargai dan diperhatikan secara pribadi, dan perasaan inilah yang membuat seseorang kembali lagi di hari lain. Sebaliknya kalau begitu gilirannya tiba kamu tanya lagi mau cari apa, orang itu akan merasa seolah-olah selama dia menunggu dia tidak ada artinya sama sekali.
6. Minta bantuan pelanggan yang sedang dilayani untuk memahami situasi
Kadang ada pembeli yang begitu gilirannya tiba, dia terus bertanya banyak hal dan memilih dengan santai sementara di belakangnya sudah ada tiga orang menunggu. Kamu tentu tidak boleh menyuruhnya buru-buru pergi, tapi kamu juga tidak boleh membiarkan orang lain menunggu terlalu lama. Cara yang baik adalah dengan berkata dengan ramah Maaf ya, di belakang sudah ada yang menunggu, boleh kalau saya tunjukkan dulu pilihan yang paling cocok supaya tidak terlalu lama menunggu? Hampir semua orang akan mengerti dan justru merasa kamu tetap melayaninya dengan baik sambil juga memperhatikan orang lain. Cara ini jauh lebih sopan daripada kamu langsung bilang buruanlah karena orang lain sudah menunggu.
7. Akhiri dengan ramah dan pastikan orang yang menunggu tahu kamu segera menuju ke mereka
Saat selesai melayani satu orang, sebelum langsung berbalik mengambil barang atau menghitung uang untuk orang berikutnya, berikan pandangan mata dan senyum sekilas ke orang yang menunggu berikutnya. Cukup dengan gerakan kepala kecil dan kata sebentar ya, itu sudah cukup membuat orang itu merasa dipanggil dan diingat. Jangan langsung menunduk menghitung atau mengemas barang tanpa memberi tahu siapa yang berikutnya. Kalau kamu begitu saja langsung bekerja tanpa kata, orang yang menunggu bisa bingung apakah gilirannya sekarang atau bukan, dan ketidakpastian itulah yang membuat orang akhirnya pergi.
Kesimpulan
Menghadapi banyak orang sekaligus sebenarnya bukan soal seberapa cepat tanganmu bergerak atau seberapa keras suaramu memanggil. Semua itu bermula dari satu hal sederhana yaitu membuat setiap orang merasa dilihat dan dihargai kehadirannya, bahkan saat kamu belum sempat melayaninya. Menyapa sebentar, memberi tahu urutan, tetap tenang, dan tidak membeda-bedakan perhatian, hal-hal inilah yang membuat orang mau menunggu dengan sabar dan merasa senang setelah dilayani. Orang tidak selalu kembali karena barangnya saja, mereka kembali karena di tempatmu, meskipun sedang ramai sekalipun, mereka tidak pernah merasa tidak ada.

Posting Komentar