Cara Dagang Di Tempat Yang Sudah Ramai Penjual

Daftar Isi

Penjual melayani pembeli dengan tenang di antara banyak penjual lain di tempat yang ramai

Pernahkah kamu cari tempat jualan yang terlihat bagus dan setiap hari selalu banyak orang lewat, tapi begitu sampai dan berdiri di sana baru sadar bahwa di sebelah kiri kanan depan belakang sudah ada empat lima bahkan lebih penjual yang menjual barang persis sama dengan yang kamu bawa? Saat melihat hal itu reaksi pertama pasti langsung berat hati. Pikirannya pasti sudah pasti tidak akan laku di sini, atau kalau mau ada yang berhenti terpaksa jual lebih murah dan pulang tanpa untung sama sekali.

Padahal kalau kamu perhatikan baik-baik, di setiap tempat yang penuh penjual seperti itu selalu saja ada satu dua orang yang antreannya paling panjang. Barangnya sama, harganya tidak beda jauh, dan tempatnya juga tidak lebih strategis dari yang lain. Tapi orang-orang sengaja berjalan melewati penjual lain yang sudah ada di depan mata hanya untuk beli di tempat mereka. Bukan karena mereka lebih dulu ada di sana, bukan pula karena mereka lebih beruntung. Tapi karena mereka lakukan hal-hal kecil yang membuat orang merasa ada sesuatu yang beda saat berhenti di tempat mereka.

Berikut ini hal-hal yang bisa kamu lakukan mulai hari ini, di mana pun kamu berada, meskipun di sekelilingmu semuanya jual hal yang sama persis dengan milikmu.

1. Cukup ubah satu hal kecil saja supaya barangmu tidak terlihat sama persis dengan yang lain

Kamu tidak perlu ganti semuanya sampai tidak dikenal lagi. Cukup cari satu hal kecil yang tidak dimiliki penjual lain di tempat itu. Bisa jadi bahan yang sedikit lebih baik, cara menata yang lebih rapi dan bersih, kemasan yang tidak gampang tumpah saat dibawa pulang, atau porsi yang pas dengan ukuran orang-orang yang biasa lewat di sana.

Hal kecil itu bukan untuk bikin barangmu jadi mahal. Supaya saat orang jalan lewat lima penjual yang terlihat sama persis, sampai di tempatmu dia berpikir yang ini beda sedikit, coba sini saja. Begitu dia berhenti berdiri di depanmu, peluangmu sudah jauh lebih besar daripada orang yang cuma lewat begitu saja.

2. Ceritakan dulu apa yang mereka dapatkan, baru sebut harganya

Kesalahan paling sering dilakukan orang yang baru datang ke tempat ramai adalah langsung merasa harus jual lebih murah sebelum ada yang tanya. Padahal orang yang benar-benar mau beli barang itu tidak selalu cari yang paling murah di antara semua yang ada. Mereka cari yang paling masuk akal dan paling bisa dipercaya.

Saat ada orang berhenti lihat barangmu, jangan langsung sebut harga. Katakan dulu apa yang membuat barangmu layak dibeli dari kamu. Katakan ini baru saya buat pagi tadi sebelum berangkat ke sini, bumbunya saya atur sendiri biar tidak terlalu asin atau terlalu manis, dan porsinya sudah saya sesuaikan biar cukup kenyang tanpa terbuang. Biarkan mereka paham dulu nilainya, baru setelah itu sebut harganya. Begitu mereka sudah tahu apa yang mereka dapatkan, selisih seribu dua ribu rupiah tidak akan lagi jadi alasan utama mereka pergi ke tempat lain.

3. Lebih baik kuasai sedikit barang dengan baik daripada jual banyak yang sama dengan orang lain

Karena lihat orang sebelah laku jual sesuatu, kadang kita langsung ikut buat juga padahal sebenarnya itu bukan hal yang paling kita bisa. Hasilnya barang baru itu belum tentu sebagus milik mereka, dan barang andalan kita sendiri jadi dibuat terburu-buru karena waktunya terbagi.

Lebih baik kamu fokus dua atau tiga barang yang kamu buat paling enak di seluruh tempat itu, daripada punya sepuluh barang yang sama persis dengan tetangga dan kualitasnya biasa saja. Lama-lama orang akan mulai kenal kamu sebagai orang yang memang ahli bikin barang tertentu, dan mereka akan datang khusus cari kamu, bukan sekadar beli apa yang kebetulan ada di depan mata saat itu.

4. Siapkan diri dan barang sebelum orang mulai berdatangan

Ini hal paling sepele tapi pengaruhnya paling besar. Kalau pembeli pertama datang dan kamu masih sibuk susun barang, masih lap meja, belum siap melayani dengan tenang — kesan pertama yang mereka dapatkan adalah kamu belum siap, dan kalau kamu belum siap bisa jadi barangmu pun belum siap sepenuhnya.

Tapi kalau kamu sudah berdiri siap, barang sudah tertata rapi, dan kamu sudah senyum saat orang pertama lewat — secara alami mereka akan merasa lebih percaya. Dan percayalah, orang yang pertama kali beli dari kamu di pagi hari itu akan menarik orang lain setelahnya. Kalau transaksi pertama lancar dan pembelinya terlihat senang, orang yang lewat pun ikut berhenti karena melihat ada orang lain yang sudah mencoba dan merasa baik.

5. Jadilah orang yang ramah dan tenang, bukan orang yang paling berisik memanggil-manggil

Banyak orang pikir kalau di tempat ramai harus teriak paling keras dan panggil setiap orang yang lewat supaya berhenti. Padahal justru semakin keras seseorang memanggil, semakin banyak orang yang mempercepat langkah pergi. Mereka merasa seperti dipaksa dan tidak diberi waktu memilih sendiri.

Cukup senyum dan tatap mata setiap orang yang lewat. Kalau ada yang melihat ke arah barangmu, cukup sapa dengan ramah dan biarkan mereka lihat sendiri apa yang kamu jual. Saat mereka berhenti, layani dengan tenang dan jangan terburu-buru. Orang lebih suka berhenti dan beli di tempat yang terasa tenang dan teratur, bukan di tempat yang sibuk dan berisik. Kamu tidak perlu bersaing dalam suara, bersainglah dalam kesan yang kamu tinggalkan di hati setiap orang yang lewat.

6. Ingat hal kecil tentang orang yang pernah beli dari kamu

Kalau kamu jualan di tempat yang sama setiap hari, pembeli yang kembali itu yang paling berharga. Dan yang bikin orang kembali bukan cuma karena barangnya enak, tapi karena mereka merasa dikenal dan dihargai sebagai orang, bukan cuma dianggap orang yang bawa uang. Kamu tidak perlu ingat nama semua orang, cukup ingat hal kecil saja. Yang ini suka lebih pedas, yang itu biasanya lewat jam segini, yang kemarin bilang anaknya sedang sakit.

Saat mereka datang lagi dan kamu menyapa dengan hal kecil itu, mereka tidak akan pergi ke penjual lain yang barangnya sama persis dengan milikmu. Karena di tempat lain mereka cuma satu dari sekian banyak pembeli, tapi di tempatmu mereka orang yang kamu kenal. Dan perasaan itu tidak bisa dikalahkan hanya dengan harga yang lebih murah sedikit saja.

7. Jangan pernah merendahkan penjual lain meskipun mereka pesaingmu

Kadang ada pembeli yang berdiri di tempatmu lalu bandingkan dengan barang penjual lain dan akhirnya memutuskan beli di sana. Pasti ada rasa kecewa di hati. Tapi bagaimana kamu bersikap saat seperti itulah yang sebenarnya dilihat oleh semua orang yang masih berdiri di depanmu.

Jangan pernah berkata apa pun yang jelek tentang barang atau penjual lain. Cukup senyum dan bilang tidak apa-apa, silakan saja. Kalau nanti belum cocok, boleh kembali ke sini kapan saja. Orang yang mendengar itu tidak cuma lihat kamu tidak marah, mereka juga lihat kamu yakin dengan barangmu sendiri dan tidak perlu menjatuhkan orang lain supaya terlihat baik. Dan percayalah, banyak dari mereka yang justru akan kembali lagi kepadamu di kesempatan berikutnya karena melihat sikap itu. 

Kesimpulan

Kamu tidak harus jadi yang paling murah untuk jadi yang paling dicari. Di tempat yang penuh penjual yang jual hal sama, yang membedakan kamu dengan orang lain bukan cuma barangnya. Tapi bagaimana kamu menatanya, bagaimana kamu menjelaskannya, bagaimana kamu melayani orang yang datang, dan bagaimana kamu bersikap terhadap sesama penjual yang juga cari nafkah di tempat yang sama. Tambahkan satu hal kecil yang beda, jelaskan dulu baru sebut harga, kuasai sedikit hal dengan baik, datang lebih awal dan siap lebih dulu, ramah dan tenang tanpa memaksa, ingat hal kecil tentang pelanggan, dan hormati sesama penjual. Hal-hal ini tidak akan bikin orang langsung berbondong-bondong dalam satu hari. Tapi lama-lama hal-hal inilah yang menumpuk jadi rasa percaya, dan rasa percaya itulah yang tidak bisa dibeli dengan uang dan tidak bisa ditiru siapa pun dalam satu malam.

Posting Komentar